Sempat Setop karena Kebakaran Pademangan, KRL Kota-Kampung Bandan Jalan Lagi

Sempat Setop karena Kebakaran Pademangan, KRL Kota-Kampung Bandan Jalan LagiIlustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - KRL rute Jakarta Kota hingga Kampung Bandan dan Manggarai-Jakarta Kota kembali beroperasi siang ini. Sebelumnya dua jalur tersebut dihentikan sementara karena kebakaran di Jl Kampung Muka, Kelurahan Kampung Bandan, Pademangan, Jakut atau di belakang kawasan Pasar Pagi Mangga Dua.

"Sehubungan dengan kebakaran di wilayah Kebon Sayur, antara stasiun Kampung Bandan-Jakarta Kota, Listrik Aliran Atas yang sebelumnya dimatikan untuk alasan keselematan mulai pukul 12.30 WIB telah menyala kembali," ujar Manajer Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa dalam keterangannya, Selasa (26/1/2016).

Namun KRL untuk lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok sementara ini belum bisa beroperasi. "Karena terdapat warga yang mengungsi dan menyelamatkan barang-barangnya di sekitar jalur rel," imbuh Eva. 

Kebakaran permukiman di Kebon Sayur ini diperkirakan melalap 100 rumah. Petugas pemadam dari Suku Dinas Jakut masih berada di lokasi melakukan pendinginan. 
sumber : http://news.detik.com/berita/3127405/sempat-setop-karena-kebakaran-pademangan-krl-kota-kampung-bandan-jalan-lagi

Ada rel patah, kereta tertahan di stasiun Pondok Cina

19 Janari 2016, Krl dari Bogor yang kami tumpangi untuk menuju Jakarta Kota untuk sementara tertahan di stasiun Pondok Cina dan menunggu giliran one way.
Berdasarkan info yang kami terima dari dalam gerbong, tertahanya kereta dikarenakan ada rel patah antara Ui dan Tanjung Barat.
Penumpang krl Bogor - Jakarta Kota diminta bersabar dan dipersilahkan mencari alternatif lain apabila ingin segera secepatnya ke kantor atau tempat tujuan laonya
Foto diatas saya ambil ketika masih di st Pondok Cina dan kondisi sekarang pkl 07.17, masih tertahan masuk stasiun Ui, he2....lumayan juga nich kaki..pegel.
Saat saat begini, obat yang paling mujarab, Sabar.
Baru saja dapat info, tepatnya pkl 07.23, telah selesai perbaikan, salut dech buat kru tekmik krl komuter. Cepat tanggap .

Dua Gerbong Milik Daop Terbakar

foto: ISTIMEWA
foto: ISTIMEWA


BANDUNG, suaramerdeka.com – Dua gerbong penumpang terbakar di Dipo PT KAI Daop II Bandung, Sabtu (2/1) sekitar Pukul 14.00 Wib. Peristiwa tersebut bermula dari aktivitas pemeliharaan kereta di garasi kereta. Kereta yang terbakar masing-masing khusus penumpang dan kereta makan merangkap pembangkit listrik yang usianya relatif baru buatan 2006.
Akibat terbakar, kedua gerbong tersebut tak memungkinkan lagi untuk dioperasikan. Meski demikian, PT KAI Daop II Bandung belum bisa mengungkapkan nilai kerugiannya.”Sampai saat ini belum diketahui pastinya,” jelas Jubir Daop II Bandung Zunerfin.
Jubir Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menjelaskan bahwa kebakaran terjadi akibat kedua gerbong tersebut tersambar percikan api dari genset di dalam kabin. Pekerja sempat berupaya  memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran. Hanya saja api keburu membesar sehingga upaya tersebut sia-sia.
Tak mau ambil resiko, karena api semakin membesar dan bisa merembet, gerbong-gerbong tersebut kemudian ditarik menjauhi bangunan Dipo. Bantuan dari Pemadam Kebakaran kemudian datang guna memadamkan api yang melalap gerbong. Sebanyak empat mobil pemadam dikerahkan. Sekitar Pukul 15.15 WIB, api berhasil dipadamkan.
(Setyadi Dwi/ CN40/ SM Network)

Curhat Penumpang Commuter Line Tanah Abang-Serpong: Tolong Dengar Keluhan Kami!

Curhat Penumpang Commuter Line Tanah Abang-Serpong: Tolong Dengar Keluhan Kami!Foto: Harry Sosiawan/pembaca
Jakarta - Transportasi umum yang melayani masyarakat dengan baik adalah tekad pemerintahan Jokowi. Berkali-kali di Jokowi bahkan pernah menyampaikan akan memperbaiki sarana transportasi umum.

Tak heran kiranya bila masyarakat berharap banyak pada transportasi umum. Salah satunya adalah kereta. Tapi, masih banyak yang harus dilakukan, salah satunya soal pelayanan.

"Mohon dengan hormat agar segera menambah rute kereta api untuk jalur Tanah Abang - Serpong/Maja (vice versa)," kata pengguna commuter line, Harry Sosiawan dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Jumat (18/12/2015).

Herry meminta agar keluhannya mengenai commuter line ini disampaikan ke pihak terkait. Kondisi yang dialami penumpang selama ini cukup merisaukan. Berikut curahan hati Harry.




Yth Direktur PT KAI,

Saya dan ribuan penumpang lainnya adalah pengguna kereta api commuter line arah Tanah Abang - Serpong (vice versa).

Saya ingin menyampaikan keluhan kepada Commuter Line anda. Dan mohon agar bisa disampaikan kepada yang berkepentingan. Sebab hal ini sudah berlangsung dari akhir Tahun 2014 lalu sampai sekarang - tanpa ada perubahan improvement:

1. Setiap hari, di sore hari di Tanah Abang. Dan juga setiap hari di stasiun-stasiun antara Pondok Ranji sampai Serpong/Maja. Ribuan penumpang selalu terlantar seperti gambar terlampir.

2. Di stasiun Tanah Abang, jalur Bogor Tanah Abang, setiap hari setiap 30 menit, sedikitnya ada 8 (delapan) rute kereta yang melewatinya. Sedangkan di jalur Tanah Abang serpong (jalur 5/6) hanya ada 1 (SATU!) KERETA setiap setengah jam. Mohon agar engineer planning PT KAI melakukan penghitungan ulang demi menghindari penumpukan dan penelantaran penumpang. 

3. Mohon dengan hormat agar segera menambah rute kereta api untuk jalur Tanah Abang - Serpong/Maja (vice versa). Karena seperti terlihat di attachment foto, hal ini sangat tidak nyaman dan membuat saya serta ribuan penumpang lainnya kembali menggunakan kendaraan pribadi (meninggalkan transportasi umum). Penggunaan kendaraan pribadi adalah akibat dari kekecewaan kami, dan akhirnya berkontribusi kepada kemacetan Ibu Kota.

4. Kami juga mengeluhkan kualitas kereta yang anda sediakan untuk jalur Tanah Abang - Serpong/Maja (vice versa). Kereta selalu mengalami masalah AC mati, sehingga banyak penumpang yang akhirnya membuka pintu darurat demi mendapatkan oksigen atau udara segar. Saya pernah melihat banyak ibu2 yang pingsan karena hal ini.

Mohon agar keluhan ini ditanggapi. 

Hormat Saya,

Harry Sosiawan

sumber : http://news.detik.com/berita/3099051/curhat-penumpang-commuter-line-tanah-abang-serpong-tolong-dengar-keluhan-kami

Kereta Anjlok Jelang Stasiun Merdeka Medan

Kereta Anjlok Jelang Stasiun Merdeka MedanFoto: Samuel Tanjung/pasangmata.com

Jakarta - Kereta api di Kota Medan mengalami kecelakaan jelang stasiun Lapangan Merdeka. Kereta itu terlihat keluar dari jalur hingga mengalami anjlok.

"Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, di ruas rel Jalan MT Hariyono, Medan. Kira-kira 50 meter dari stasiun Lapangan Merdeka," ujar warga Medan yang melihat kejadian tersebut, Samuel Tanjung, saat dikonfirmasi, Selasa (15/12/2015).

Samuel menduga kereta yang anjlok itu sedang tidak mengangkut penumpang. Dia juga memastikan, kereta yang anjlok ini bukan kereta rute Medan- Bandara Kuala Namu.

"Kayaknya lagi enggak angkut penumpang soalnya pas anjlok enggak ada penumpang yang berhamburan. Kelihatannya juga kosong," ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini para petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Masih proses evakuasi," ucapnya
sumber :  http://news.detik.com/berita/3096247/kereta-anjlok-jelang-stasiun-merdeka-medan

Free OUT ditiadakan


Pura-pura Tidur yang Jadi Modus di Commuter Line Saat Ada Ibu Hamil Butuh Duduk




Jakarta - Apakah karena mengantuk atau malas berdiri, lalu kita tega membiarkan ibu hamil berdiri di commuter line? Semoga saja tidak seperti itu. Bayangkan seorang ibu hamil mesti berdiri karena bangku prioritas sudah terisi semua oleh mereka yang berhak. Harapan satu-satunya adalah duduk di bangku reguler, yang terkadang sudah terisi semua.

Seperti pagi ini, Selasa (15/12/2015), petugas keamanan di dalam gerbong commuter line bernama Samsuri mesti teriak-teriak memberi tahu ada ibu hamil berdiri. Commuter line yang berangkat dari Stasiun Depok Lama pukul 05.45 WIB, memang selalu penuh saat bergerak dari Depok Lama menuju Kota.

"Tolong ya, yang mau berbagi kursi. Ini ada ibu hamil, tolong kesadarannya," kata Samsuri saat membantu ibu hamil untuk mendapatkan bangku duduk.

Bangku prioritas sudah penuh, dan reguler juga sudah terisi penuh yang umumnya diisi perempuan juga. Tapi ya itu tadi, ada yang tidur, entah pura-pura atau tidak. Ada yang baca buku dan pura-pura tak mendengar.

Beruntung para ibu hamil itu, petugas bernama Samsuri itu tak malas membantu. Dia terus berteriak bila ada ibu hamil yang naik dan butuh duduk.

Ada sampai lima kali Samsuri mencari bangku untuk ibu hamil. Dia meminta dengan sopan mereka yang duduk untuk berbagi. Beberapa penumpang ada yang cepat tanggap dan merespons memberi duduk, tapi banyak yang juga memilih terlelap dalam kantuk.

"Ya semestinya sih yang muda-muda kasih buat ibu hamil duduk, mengalah saja. Nanti juga yang muda pas hamil juga butuh kursi buat duduk, gantian saja," cetus seorang pria di dekat pintu berkomentar ke seorang perempuan muda yang memilih tetap tidur